Pages

Rabu, 30 Desember 2015

Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa



INOVASI PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI
Dosen : Prof. Dr. M. Suyanto, M.M. dan Assiten Prof. : Ahmad Luthfi

Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa
Mahasiswa adalah agent of change yang memiliki pengertian bahwa ia terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri. Dengan kata lain mahasiswa adalah aktor dan sutradara dalam sebuah pagelaran.
Selain itu, mahasiswa diharapkan menjadi harapan untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan yang memiliki kemampuan intelektual, tangguh dan berakhlak mulia. Itulah yang dimaksud mahasiswa sebagai iron stock, sebagai tonggak penentu bangsa.
Peran mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, dan social control mengharuskan mahasiswa untuk melek dan peduli dengan lingkungan, sehingga ia akan mudah menyadari segala permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Karena bagaimanapun, hanya mahasiswa yang sadar dengan keadaanlah yang mampu dan layak mengusung perubahan.
Sejarah telah mengukirkan banyak cerita tentang bagaimana peran mahasiswa dalam perubahan kondisi bangsa dan negaranya mulai dari zaman kenabian, zaman kolonialisme hingga zaman reformasi.

Di Indonesia untuk merubah orde baru menjadi era reformasi, menumbangkan rezim Soeharto siapa yang memegang kendali? Tentu mahasiswa. Disamping itu mahasiswa memiliki berbagai ilmu yang bisa dijadikan sebagai tonggak intelektual. Dengan ilmu yang dimilikinya, mahasiswa sebenarnya mampu untuk menjadi tonggak masa depan bangsa. Untuk itu peranan mahasiswa sangat berpengaruh sekali terhadap masa depan bangsa khususnya dalam perkembangan perekonomian bangsa, baik dalam hal politik, ekonomi,pendidkan maupun social budaya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan agar mahasiswa dapat berkontribusi terhadap bangsa dan negaranya diantaranya yaitu dengan menciptakan peluang peluang kerja yang baru sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga dapat membantu Negara dalam menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat





1.      Tugas, Tanggung Jawab, Dan Peluang Mahasiswa Dalam Bisnis
Mahasiswa sebagai insane akademis, pencipta serta pengabdi masyarakat yang tentunya merupakan asset besar Negara dimasa depan pada era sekarang, hal itu menunjukkan bahwasannya mahasiswa mempunyai tanggung jawab besar bagi bangsa ini secara umum dan tanggung jawab pribadi, keluarga dan lingkungan sekitar khususnya. Setidaknya mahasiswa dituntut dan menjunjung tinggi nilai-nilai tridarma perguruan tingga. Mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk belajar dan melakukan transfer knowledge terhadap orang-orang disekitar. Selain itu seorang mahasiswa harus menggunakan keilmuannya untuk melakukan research dan menggembangkan potensi yang dapat di digali di masyarakat. Dan tentunya seorang mahasiswa setelah selesai studi dituntut untuk kembali ke masyarakat untuk membawa pencerahan dan perubahan.   
Pada era globalisasi saat ini , dengan kemajuan teknologi sangat pesat tentunya mahasiswa bisa membaca peluang bisnis baru, berinovasi untuk memiliki daya saing di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa tentunya memiliki nilai lebih daripada orang-orang yang tidak mampu melanjutkan studi sehingga mampu membaca peluang bisnis baru sesuai dengan keilmuan yang telah dimiliki.  

2.    Mahasiswa Dan Jiwa Enterpreneurship
Perguruan tinggi bukan hanya dituntut  menciptakan mahasiswa mahasiswa yang mempunyai kecerdasan intelektual, tetapi ditutut juga agar dapat menciptakan mahasiswa yang selain mempunyai kecerdasan intelektual tetapi jiga mempunyai jiwa kewirausahaan yang handal.sehingga alumni  perguruan tinggi yang sudah bergelar serjana tidak menggantungkan hidupnya untuk bekerja kepada orang lain tetapi harus dapat menciptakan lapangan kerja yang baru. Dalam tugas perguruan tinggi yang terumus dalam tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat merupakan jalur paling strategik dalam pembinaan dan pengembangan nilai-nilai kewirausahaan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Seandainya perguruan perguruan tinggi yang ada dapat menciptakan mahasiswa yang dapat mengembangkan ilmunya dengan cara membuka lapangan kerja yang baru maka persoalan bangsa khususnya dalam memberantas kemiskinan dapat teratasi sehingga rakyat menjadi makmur bangsa kita juga akan menjadi bangsa yang maju, oleh karena itu setiap perguruan tinggi wajib memasukkan matakuliah kewirausahaan pada kurikulumnya, karena setiap pergruan tinggi mempunyai tanggung jawab untuk menumbuhkan jiwa enterprenership pada diri mahasiswa.
Ada beberapa factor pendorong mahasiswa agar mampu mengembangkan jiwa kewirausahaannya diantaranya yaitu:
1.      Factor kesempatan yaitu mahasiswa mempunyai pola pikir yang maju sehingga dengan pola pikirnya mahasiswa banyak sekali kesempatan yang mungkin dapat diraihnya
2.      Factor kebebasan yaitu mahasiswa dapat bebas mengepresikan ide idenya dalam bentuk karya yang dapat bernilai dan berguna bagi masyrakat
3.      Factor kepuasan yaitu mahasiswa cenderung selalu mencari hal hal yang baru untuk mencari kepuasan sehingga mendorong kemauannya untuk berwira usaha.
Dari ketiga factor tersebut mahasiswa merupakan tumpuan masyarakat untuk dapat melakukan perubahan perubahan yang berguna bagi bangsa dalam hal menciptakan lapangan kerja yang baru.

3.    Perbandingan Antara Model Bisnis Tradisional dengan model bisnis modern
Dalam era globalisasi ditandai dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat , salah satunya yaitu kemajuan dalam bidang system informasi. Pemanfaatan system informasi khususnya yang memanfaatkan teknologi internet telah menciptakan dunia baru yang disebut dunia maya. Di dunia maya individu dapat berinteraksi kepada siapa saja secara on line tanpa harus bertemu secara langsung. Bagi dunia usaha hal ini dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan atau memasarkan produk produknya kepada konsumen tanpa harus bertemu langsung dengan konsumennya. Model bisnis seperti ini sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis karena dapat lebih efesien dalam segi waktu maupun biaya operasional usahanya. Hal ini tentu saja berbeda dengan model bisnis tradisional yang biasa dilakukan di pasar pasar tradisional, di pasar tradisional transaksi dilakukan dengan cara bertemu langsung antara pelaku usaha dengan konsumennya. Tetapi walaupun demikian kedua model usaha tersebut mempunya kelebihan dan kekurangannya nya masing masing.
Diantara kelebihan da kekurangannya tersebut yaitu:
kelebihannya model bisnis modern
  1. Model bisnis modern bisa dijalankan dari mana saja, yang penting ada komputer atau laptop yang terhubung ke internet
  2. Modal yang dibutuhkan relatif lebih sedikit
  3. Bisnis bisa berjalan otomatis dengan bantuan software tertentu
  4. Tidak butuh jumlah karyawan yang banyak
  5. Tersedia banyak pilihan bisnis yang ada
Kekekurangan model bisnis modern
1.      Resiko terjadinya penipuan yang ilakukan oleh pembeli dan atau penjual
2.      Tidak ada order yang dilakukan oleh konsumen atau barang tidak laku
3.      Order meningkat pesat sampai terkadang tidak mampu dilayani
4.      Hanya bisa menjangkau kota yang sudah terkoneksi internet
kelebihan model bisnis tradisioal
  1. Persaingan dalam pasar yang alamiah
  2. Lokasi yang trategis
  3. Area penjualan yang luas
  4. Harga yang terjangkau
  5. Adanya proses tawar menawar antara pembeli dan penjual
kekurangan model bisnis tradisioal
  1. Lokasi yang kurang bersih dan kotor
  2. Kurang terpecaya barang yang dijual yang dilakukan oleh oknum penjual yang tidak bertanggung jawab
  3. Pengemasan barag yang di jual yang kurang menarik perhatian konsumen yang melihatnya.

4.    Global Advertising Berdasarkan Segmen
Sebelum kita membahas mengenai global advertising maka kita harus terlebih dahulu mengerti arti kata dari global advertising, pengertian global advertising yaitu komunikasi nonpersonal informasi biasanya dibayar dan biasanya persuasif di alam tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor diidentifikasi melalui berbagai media." (Bovee, 1992, hal 7.), sedangkan menurut Rhenald Kasali (1992:21) yaitu “pesan yang menawarkan suatu produk yang ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media”.  Salah satu bisnis online yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa adalah pemasangan iklan (Advertising) pada blog atau situs pribadi seperti yang dilakukan oleh beberapa situs terkenal seperti google, yahoo, twiter, facebook dan lainnya. Misalnya google membuat sebuah program Global Advertising yang disebut sebagai Adword. Dengan program ini google menerima pemasangan berbagai jenis iklan komersial dari berbagai penjuru dunia yang terbagi menjadi segmen-segmen tertentu misalnya berdasarkan usia, wilayah geografis, jenis produk dan lainnya. Google adword merupakan jasa layanan iklan berbayar yang memiliki banyak keunggulan dan kelebihan dibanding cara beriklan lainnya. Pembayaran google adword biasanya dilakukan di muka sebelum Anda menerima klik apapun. Setelah iklan Anda menerima banyak klik, maka adwords secara otomatis akan mengurangkan biayanya yang diambil dari saldo prabayar yang sudah Anda bayarkan. Iklan Anda di google adword hanya akan segera berjalan setelah pihak adwords menerima pembayaran dana dari Anda. Apabila account milik Anda kehabisan dana, maka iklan tersebut akan berhenti ditayangkan, dan akan kembali ditayangkan apabila Anda kembali membayar. Oleh karena itu, pastikan selalu bahwa Anda selalu mengecek deposit saldo account Anda secara teratur agar tidak terjadi penghentian secara mendadak. Biasanya Anda akan selalu diingatkan oleh pihak google adword dan google adWords akan mengirimkan email otomatis ketika dana milik Anda tinggal tersisa sedikit dan juga ketika saldo Anda menjadi nol. Semua kegiatan tersebut diatas semua dilakukan oleh sistem dan bersifat otomatis sehingga tidak membutuhkan waktu dan SDM yang tinggi.

5          Implementasi E – BUSINESS Yang Tepat Bagi Mahasiswa
              Sebelum kita membahas tentang Implementasi e-Business, kita perlu tahu apa pengertian dari Implementasi. Implementasi adalah suatu tindakan nyata dari konsep atau rencana yang sebelumnya sudah disusun secara matang dan terperinci. Sedangkan pengertian dari e-Business adalah aktivitas yang berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan proses pertukaran barang atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai medium komunikasi dan transaksi dan salah satu aplikasi teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal meliputi pengembangan produk,usaha,serta pendidikan pelanggan.

Faktor-Faktor Penggerak e-Business
Jika dikaji secara sungguh-sungguh perkembangan dari implementasi konsep dasar e-Business di sebuah industri atau negara sangat ditentukan oleh desakan faktor dari luar (external driving forces). Paling tidak ada empat faktor desakan yang saling berkonvergensi satu dengan lainnya yang secara signifikan akan menentukan percepatan implementasi konsep e-Business, yaitu masing-masing:
  • Customer expectations,
  • Competitve imperatives,
  • Deregulation, dan
  • Technology.


1.        Customer Expectations
Paradigma baru menekankan pentingnya pelanggan ditempatkan sebagai titik awal atau acuan dari penyusunan konsep bisnis sebuah perusahaan. Dewasa ini seorang pelanggan tidak cukup dapat dipuaskan dengan baiknya kualitas sebuah produk yang ditawarkan. Pelanggan bersangkutan mengharapkan adanya pelayanan pra dan pasca jual yang baik.
2.        Competitive Imperative
Globalisasi telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang sangat ketat. Hampir semua perusahaan di dunia dapat melakukan kompetisi secara terbuka di lingkungan pasar bebas. Tentu saja hal ini menimbulkan dampak yang sangat besar bagi keberadaan sebuah perusahaan. Pelanggan akan dengan mudahnya membandingbandingkan kualitas produk dan pelayanan antar perusahaan dari hari ke hari. Dengan prinsip selalu mencari yang murah, lebih baik, dan lebih cepat, maka secara tidak langsung perusahaan dipaksa untuk menyusun dan mengembangkan sebuah model dan strategi bisnis yang tepat.

3.        Deregulation
Harus diakui pula bahwa secara makro deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah maupun negara-negara lain (disamping keberadaan lembaga-lembaga dan komunitas dunia semacam WTO, APEC, AFTA, dan lain-lain) telah turut mewarnai bentuk dunia usaha di masa mendatang, terutama yang berkaitan dengan konsep perdagangan bebas antar negara dan industri. Ditiadakannya pajak masuk produk-produk impor, dibebaskannya kuota ekspor produk, disatukannya berbagai mata uang asing (single currency), dialirkannya informasi secara bebas, tentu saja telah memaksa lingkungan dunia usaha menjadi lebih efisien dari masa ke masa.

4.        Teknologi
Faktor terakhir dan menentukan dalam mengimplementasikan konsep e-Business adalah kemajuan teknologi informasi, yang didominasi oleh percepatan perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari teknologi informasi tidak hanya kritikal bagi perkembangan e-Business (enabling function) tetapi justru telah menjadi penggerak dari dimungkinkannya pengembangan modelmodel bisnis baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Dengan e-business aliran informasi dari perusahaan ke pelanggan, pemasok, pemerintah, pemilik modal dan masyarakat haruslah dikelola dengan baik. Pengelolaan informasi pada perusahaan tergantung pada strategi yang diterapkan dan dukungan eksekutif, manajer dan karyawan. Dengan dukungan sarana dan prasarana maka diharapkan aliran informasi perusahaan akan cepat, tepat dan akurat, dengan demikian perusahaan akan dapat mempertahankan hidupnya, memperoleh keuntungan dan dapat berkompetisi dengan sehat.


Referensi:
1)      Eko Indrajit, Richardus. Konsep dan Aplikasi E-Business.
2)      http://www.kompasiana.com/pitriyulianti/tri-dharma-perguruan tinggi_54f8456aa33311191c8b55fc
3)      http://www.suarapembangunan.net/index.php?option=com_content&task=view&id=1229&Itemid=3



Tidak ada komentar:

Posting Komentar