INOVASI PRODUK TEKNOLOGI INFORMASI
Dosen : Prof. Dr. M. Suyanto,
M.M. dan Assiten Prof. : Ahmad Luthfi
Mahasiswa Sebagai Pahlawan Devisa
Mahasiswa adalah agent of change yang memiliki pengertian
bahwa ia terbuka dengan segala perubahan yang terjadi di tengah masyarakat
sekaligus menjadi subjek dan atau objek perubahan itu sendiri. Dengan kata lain
mahasiswa adalah aktor dan sutradara dalam sebuah pagelaran.
Selain itu, mahasiswa diharapkan menjadi
harapan untuk menjadi seorang pemimpin di masa depan yang memiliki kemampuan
intelektual, tangguh dan berakhlak mulia. Itulah yang dimaksud mahasiswa
sebagai iron stock, sebagai tonggak
penentu bangsa.
Peran mahasiswa sebagai agent of change, iron stock, dan social control mengharuskan mahasiswa
untuk melek dan peduli dengan lingkungan, sehingga ia akan mudah menyadari segala
permasalahan yang ada di tengah masyarakat. Karena bagaimanapun, hanya
mahasiswa yang sadar dengan keadaanlah yang mampu dan layak mengusung
perubahan.
Sejarah telah mengukirkan banyak
cerita tentang bagaimana peran mahasiswa dalam perubahan kondisi bangsa dan
negaranya mulai dari zaman kenabian, zaman kolonialisme hingga zaman reformasi.
Di Indonesia untuk merubah orde baru menjadi era reformasi, menumbangkan rezim Soeharto siapa yang memegang kendali? Tentu mahasiswa. Disamping itu mahasiswa memiliki berbagai ilmu yang bisa dijadikan sebagai tonggak intelektual. Dengan ilmu yang dimilikinya, mahasiswa sebenarnya mampu untuk menjadi tonggak masa depan bangsa. Untuk itu peranan mahasiswa sangat berpengaruh sekali terhadap masa depan bangsa khususnya dalam perkembangan perekonomian bangsa, baik dalam hal politik, ekonomi,pendidkan maupun social budaya. Ada berbagai cara yang dapat dilakukan agar mahasiswa dapat berkontribusi terhadap bangsa dan negaranya diantaranya yaitu dengan menciptakan peluang peluang kerja yang baru sesuai dengan bidang keahliannya, sehingga dapat membantu Negara dalam menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat
1.
Tugas, Tanggung Jawab, Dan Peluang
Mahasiswa Dalam Bisnis
Mahasiswa sebagai insane akademis,
pencipta serta pengabdi masyarakat yang tentunya merupakan asset besar Negara
dimasa depan pada era sekarang, hal itu menunjukkan bahwasannya mahasiswa
mempunyai tanggung jawab besar bagi bangsa ini secara umum dan tanggung jawab
pribadi, keluarga dan lingkungan sekitar khususnya. Setidaknya mahasiswa
dituntut dan menjunjung tinggi nilai-nilai tridarma perguruan tingga. Mahasiswa
memiliki tanggung jawab untuk belajar dan melakukan transfer knowledge terhadap orang-orang disekitar. Selain itu seorang
mahasiswa harus menggunakan keilmuannya untuk melakukan research dan menggembangkan potensi yang dapat di digali di
masyarakat. Dan tentunya seorang mahasiswa setelah selesai studi dituntut untuk
kembali ke masyarakat untuk membawa pencerahan dan perubahan.
Pada era globalisasi saat ini , dengan
kemajuan teknologi sangat pesat tentunya mahasiswa bisa membaca peluang bisnis
baru, berinovasi untuk memiliki daya saing di tengah-tengah masyarakat. Mahasiswa
tentunya memiliki nilai lebih daripada orang-orang yang tidak mampu melanjutkan
studi sehingga mampu membaca peluang bisnis baru sesuai dengan keilmuan yang
telah dimiliki.
2.
Mahasiswa Dan Jiwa Enterpreneurship
Perguruan tinggi bukan hanya dituntut menciptakan mahasiswa mahasiswa yang
mempunyai kecerdasan intelektual, tetapi ditutut juga agar dapat menciptakan
mahasiswa yang selain mempunyai kecerdasan intelektual tetapi jiga mempunyai
jiwa kewirausahaan yang handal.sehingga alumni
perguruan tinggi yang sudah bergelar serjana tidak menggantungkan
hidupnya untuk bekerja kepada orang lain tetapi harus dapat menciptakan
lapangan kerja yang baru. Dalam tugas perguruan tinggi yang terumus dalam
tridarma perguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan
pengabdian kepada masyarakat merupakan jalur paling strategik dalam pembinaan
dan pengembangan nilai-nilai kewirausahaan yang dapat menjangkau seluruh
lapisan masyarakat.
Seandainya perguruan perguruan tinggi yang ada dapat menciptakan mahasiswa yang
dapat mengembangkan ilmunya dengan cara membuka lapangan kerja yang baru maka
persoalan bangsa khususnya dalam memberantas kemiskinan dapat teratasi sehingga
rakyat menjadi makmur bangsa kita juga akan menjadi bangsa yang maju, oleh
karena itu setiap perguruan tinggi wajib memasukkan matakuliah kewirausahaan
pada kurikulumnya, karena setiap pergruan tinggi mempunyai tanggung jawab untuk
menumbuhkan jiwa enterprenership pada diri mahasiswa.
Ada beberapa factor pendorong mahasiswa agar mampu
mengembangkan jiwa kewirausahaannya diantaranya yaitu:
1. Factor kesempatan yaitu mahasiswa
mempunyai pola pikir yang maju sehingga dengan pola pikirnya mahasiswa banyak
sekali kesempatan yang mungkin dapat diraihnya
2. Factor kebebasan yaitu mahasiswa
dapat bebas mengepresikan ide idenya dalam bentuk karya yang dapat bernilai dan
berguna bagi masyrakat
3. Factor kepuasan yaitu mahasiswa
cenderung selalu mencari hal hal yang baru untuk mencari kepuasan sehingga
mendorong kemauannya untuk berwira usaha.
Dari
ketiga factor tersebut mahasiswa merupakan tumpuan masyarakat untuk dapat
melakukan perubahan perubahan yang berguna bagi bangsa dalam hal menciptakan
lapangan kerja yang baru.
3. Perbandingan Antara Model Bisnis Tradisional dengan
model bisnis modern
Dalam era globalisasi ditandai
dengan kemajuan teknologi yang cukup pesat , salah satunya yaitu kemajuan dalam
bidang system informasi. Pemanfaatan system informasi khususnya yang
memanfaatkan teknologi internet telah menciptakan dunia baru yang disebut dunia
maya. Di dunia maya individu dapat berinteraksi kepada siapa saja secara on
line tanpa harus bertemu secara langsung. Bagi dunia usaha hal ini dapat
dimanfaatkan untuk mempromosikan atau memasarkan produk produknya kepada
konsumen tanpa harus bertemu langsung dengan konsumennya. Model bisnis seperti
ini sangat menguntungkan bagi pelaku bisnis karena dapat lebih efesien dalam
segi waktu maupun biaya operasional usahanya. Hal ini tentu saja berbeda dengan
model bisnis tradisional yang biasa dilakukan di pasar pasar tradisional, di
pasar tradisional transaksi dilakukan dengan cara bertemu langsung antara
pelaku usaha dengan konsumennya. Tetapi walaupun demikian kedua model usaha
tersebut mempunya kelebihan dan kekurangannya nya masing masing.
Diantara kelebihan da kekurangannya tersebut yaitu:
kelebihannya model bisnis modern
- Model bisnis modern bisa dijalankan dari mana saja, yang penting ada komputer atau laptop yang terhubung ke internet
- Modal yang dibutuhkan relatif lebih sedikit
- Bisnis bisa berjalan otomatis dengan bantuan software tertentu
- Tidak butuh jumlah karyawan yang banyak
- Tersedia banyak pilihan bisnis yang ada
Kekekurangan model bisnis modern
1. Resiko terjadinya penipuan yang ilakukan oleh pembeli dan atau penjual
2. Tidak ada order yang dilakukan oleh konsumen atau barang tidak laku
3. Order meningkat pesat sampai terkadang tidak mampu dilayani
4.
Hanya bisa menjangkau
kota yang sudah terkoneksi internet
kelebihan model bisnis tradisioal
- Persaingan dalam pasar yang alamiah
- Lokasi yang trategis
- Area penjualan yang luas
- Harga yang terjangkau
- Adanya proses tawar menawar antara pembeli dan penjual
kekurangan model bisnis tradisioal
- Lokasi yang kurang bersih dan kotor
- Kurang terpecaya barang yang dijual yang dilakukan oleh oknum penjual yang tidak bertanggung jawab
- Pengemasan barag yang di jual yang kurang menarik perhatian konsumen yang melihatnya.
4. Global Advertising
Berdasarkan Segmen
Sebelum
kita membahas mengenai global advertising maka kita harus terlebih dahulu
mengerti arti kata dari global advertising, pengertian global advertising yaitu
komunikasi nonpersonal informasi biasanya dibayar
dan biasanya persuasif di alam tentang produk, jasa atau ide oleh sponsor
diidentifikasi melalui berbagai media."
(Bovee, 1992, hal 7.), sedangkan menurut Rhenald
Kasali (1992:21) yaitu “pesan yang menawarkan suatu produk yang
ditujukan oleh suatu masyarakat lewat suatu media”. Salah satu
bisnis online yang dapat dikembangkan oleh mahasiswa
adalah pemasangan iklan (Advertising) pada blog atau situs pribadi
seperti yang dilakukan oleh beberapa situs terkenal seperti google, yahoo,
twiter, facebook dan lainnya. Misalnya google membuat sebuah program Global
Advertising yang disebut sebagai Adword. Dengan program ini google
menerima pemasangan berbagai jenis iklan komersial dari berbagai penjuru dunia
yang terbagi menjadi segmen-segmen tertentu misalnya berdasarkan usia, wilayah
geografis, jenis produk dan lainnya. Google adword merupakan jasa layanan iklan
berbayar yang memiliki banyak keunggulan dan kelebihan dibanding cara beriklan
lainnya. Pembayaran google adword biasanya dilakukan di muka sebelum Anda menerima
klik apapun. Setelah iklan Anda menerima banyak klik, maka adwords secara
otomatis akan mengurangkan biayanya yang diambil dari saldo prabayar yang sudah
Anda bayarkan. Iklan Anda di google adword hanya akan segera berjalan setelah
pihak adwords menerima pembayaran dana dari Anda. Apabila account milik Anda
kehabisan dana, maka iklan tersebut akan berhenti ditayangkan, dan akan kembali
ditayangkan apabila Anda kembali membayar. Oleh karena itu, pastikan selalu
bahwa Anda selalu mengecek deposit saldo account Anda secara teratur agar tidak
terjadi penghentian secara mendadak. Biasanya Anda akan selalu diingatkan oleh
pihak google adword dan google adWords akan mengirimkan email otomatis ketika
dana milik Anda tinggal tersisa sedikit dan juga ketika saldo Anda menjadi nol.
Semua kegiatan tersebut diatas semua dilakukan oleh sistem dan bersifat
otomatis sehingga tidak membutuhkan waktu dan SDM yang tinggi.
5
Implementasi E – BUSINESS Yang Tepat Bagi Mahasiswa
Sebelum
kita membahas tentang Implementasi e-Business, kita perlu tahu apa pengertian
dari Implementasi. Implementasi adalah suatu tindakan nyata dari konsep atau
rencana yang sebelumnya sudah disusun secara matang dan terperinci. Sedangkan
pengertian dari e-Business adalah aktivitas yang berkaitan secara langsung atau
tidak langsung dengan proses pertukaran barang atau jasa dengan memanfaatkan
internet sebagai medium komunikasi dan transaksi dan salah satu aplikasi
teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal meliputi pengembangan
produk,usaha,serta pendidikan pelanggan.
Faktor-Faktor
Penggerak e-Business
Jika
dikaji secara sungguh-sungguh perkembangan dari implementasi konsep dasar
e-Business di sebuah industri atau negara sangat ditentukan oleh desakan faktor
dari luar (external driving forces). Paling tidak ada empat faktor
desakan yang saling berkonvergensi satu dengan lainnya yang secara signifikan
akan menentukan percepatan implementasi konsep e-Business, yaitu masing-masing:
- Customer expectations,
- Competitve imperatives,
- Deregulation, dan
- Technology.
1.
Customer Expectations
Paradigma
baru menekankan pentingnya pelanggan ditempatkan sebagai titik awal atau acuan
dari penyusunan konsep bisnis sebuah perusahaan. Dewasa ini seorang pelanggan
tidak cukup dapat dipuaskan dengan baiknya kualitas sebuah produk yang
ditawarkan. Pelanggan bersangkutan mengharapkan adanya pelayanan pra dan pasca
jual yang baik.
2.
Competitive Imperative
Globalisasi
telah membentuk sebuah arena persaingan dunia usaha yang sangat ketat.
Hampir semua perusahaan di dunia dapat melakukan kompetisi secara
terbuka di lingkungan pasar bebas. Tentu saja hal ini menimbulkan dampak
yang sangat besar bagi keberadaan sebuah perusahaan. Pelanggan akan
dengan mudahnya membandingbandingkan kualitas produk dan pelayanan antar
perusahaan dari hari ke hari. Dengan prinsip selalu mencari yang murah,
lebih baik, dan lebih cepat, maka secara tidak langsung perusahaan
dipaksa untuk menyusun dan mengembangkan sebuah model dan strategi
bisnis yang tepat.
3.
Deregulation
Harus
diakui pula bahwa secara makro deregulasi yang dilakukan oleh pemerintah
maupun negara-negara lain (disamping keberadaan lembaga-lembaga dan
komunitas dunia semacam WTO, APEC, AFTA, dan lain-lain) telah turut
mewarnai bentuk dunia usaha di masa mendatang, terutama yang berkaitan
dengan konsep perdagangan bebas antar negara dan industri. Ditiadakannya
pajak masuk produk-produk impor, dibebaskannya kuota ekspor produk, disatukannya
berbagai mata uang asing (single currency), dialirkannya informasi
secara bebas, tentu saja telah memaksa lingkungan dunia usaha menjadi
lebih efisien dari masa ke masa.
4.
Teknologi
Faktor
terakhir dan menentukan dalam mengimplementasikan konsep e-Business
adalah kemajuan teknologi informasi, yang didominasi oleh percepatan
perkembangan teknologi komputer dan telekomunikasi. Fungsi dari
teknologi informasi tidak hanya kritikal bagi perkembangan e-Business (enabling
function) tetapi justru telah menjadi penggerak dari dimungkinkannya
pengembangan modelmodel bisnis baru yang tidak terpikirkan sebelumnya.
Dengan
e-business aliran informasi dari perusahaan ke pelanggan, pemasok,
pemerintah, pemilik modal dan masyarakat haruslah dikelola dengan baik.
Pengelolaan informasi pada perusahaan tergantung pada strategi yang
diterapkan dan dukungan eksekutif, manajer dan karyawan. Dengan dukungan
sarana dan prasarana maka diharapkan aliran informasi perusahaan akan
cepat, tepat dan akurat, dengan demikian perusahaan akan dapat mempertahankan
hidupnya, memperoleh keuntungan dan dapat berkompetisi dengan sehat.
Referensi:
1) Eko
Indrajit, Richardus. Konsep dan Aplikasi E-Business.
2) http://www.kompasiana.com/pitriyulianti/tri-dharma-perguruan
tinggi_54f8456aa33311191c8b55fc
3) http://www.suarapembangunan.net/index.php?option=com_content&task=view&id=1229&Itemid=3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar