Said Badruzaman Nursi merupakan intelektual muslim terkemuka. Buah pikir Nursi sangatlah progresif dalam mengembangkan Islam yang kontekstual. Berangkat dari kesedihan Nursi melihat lunturnya kebanggaan kaum muda muslim terhadap al-Quran, menyebabkan Nursi mengembangkan beberapa metode Tafsir yang dipandang relevan bagi zaman dan usia. Hal tersebut disampaikan oleh Ishan Qasim As Shilasi bersama Muhamad Faruse dan Ali Katioz dalam seminar International bertajuk “Risale-I Nur’s Method of Quranic Exegeses and the issues of the Contemporary Islamic Society in Early 21th Century” yang diselenggarakan oleh Prodi Perbandingan Agama, Fakultas Ushuluddin dengan Istambul Illim ve Kultur Vefkt (IIKV) Turkey,di ruang Theatrical Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 14 Mei 2010 Secara konprehensif Ihsan Qasim mengungkapkan jika kepedulian Nursi mengembangkan metode tafsir dikarenakan kesedihan Nursi terhadap fenomena generasi muda yang tidak lagi bangga dengan Alqurannnya. Kepedulian tersebut akhirnya membuahkan bebarapa metode tafsir modern, yakni tafsir keselarasan Alquran. Tafsir ini menyadarkan jika ayat-ayat alquran dipandang memiliki keselarasan inter-teks sehingga bagi Nursi, ayat alquran dapat dijelaskan oleh ayat itu sendiri. Selanjutnya, model kdeua disebut metode keselarasan dengan alam. Ayat Quran merupakan firman Allah SWT yang selaras dalam konsep-konsep, sedangkan Ayat Qauniyah merupakan firman Allah SWT yang selaras secara hokum alam. Keduanya memiliki nilai signifikasi yang tinggi sehingga apa yang disebutkan dalam ayat Quran akan selalu mendapat konfirmasi dari kenyataan alam semesta. Selain itu juga Nursi mengembangkan apa yang disebut tafsir As-syuhuri atau tafsir alquran berdasarkan apa yang disaksikannya secara sadar dan nyata.
Sedangkan Muhammad Farese, menjelaskan jika Nursi juga mengembangkan model ke empat dari metode tafsirnya, yakni tafsir maqashidulquran, yakni tafsir sesuai dengna maksud alquran. Sepertinya halnya di dalam alquran terdapat beberapa kisah yang selalu diulang. Hal ini dimaksudkan bukan sekedar untuk menegaskan akan tetapi juga memiliki maksud tertentu yang diemban quran.
Dengan demikian, keanekaragaman model tafsir yang dikembangkan oleh Nursi, menurut Ali Katioz bertujuan untuk mencetak generasi yag berfikir, berbuat dan bersikap sesuai dengan Qurani.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar